Bencmarket

Posted: 9 Januari, 2008 in Artikel
Tag:

Benchmarket  

Dalam teori Manajemen Operasional tentang qualitas disebutkan bahwa salah satu prinsip untuk meningkatkan qualitas adalah dengan metode Benchmarket yakni sebuah cara di dalam meniru atau mengambil hal-hal yang baik dari para pesaing. 

Lo apa hubungan Benchmarket ama islam??? he he he—berhubung yang nulis orangnya suka maksa, jadi ya Benchmarket dipaksa supaya menjalin hubungan ama islam???-jadi buat elo2 yang baca jangan protes !!! 

Saat ini bagaimana sih kondisi  dunia islam: terpuruk dalam kemiskinan dan kebodohan, terkapar dalam penindasan dan pembantaian serta terkepung dalam arus globalisasi dan westernisasi, dan tertinggal dalam berbagai macam kebelakangan. Yup gitu deh kondisinya… ironiskan ???—umat yang diberi label sebagai umat terbaik oleh Allah ini ternyata  tak lebih dari pada pengekor yang tak punya daya apapun di hadapan peradaban Barat saat ini. 

Dimotivasi niat baik untuk memajukan Islam disertai dengan berbagai telaah pemikiran dan literatur modern yang tak diseleksi kelayakannnya maka dilakukanlah berbagai  upaya untuk memajukan Islam, salah satunya dengan menerapkan Benchmarket terhadap Islam.  

Mau nggak mau kita  harus mengakui kalo saat ini dunia barat merupakan mercusuar peradaban. Dan ikhlas nggak ikhlas kita juga harus mengakui kalo di tengah masyarakat beredar yang namanya kaidah umum– jika ingin maju, turutilah dunia barat — lalu terjadilah berbagai peniruan oleh negeri-negeri islam. Contoh : perpolitikan inggris itu stabil karena ia menerapkan sistem pemerintahan yang demokratis, maka jika ingin menstabilkan islam politik berarti demokrasikanlah Islam . Perekonomian Jepang itu maju karena ia menerapkan sistem perekonomian kapitalis yang berbasis kebebasan individu, maka tingkatlah  perekonomian kaum muslimin dengan menerapkan sistem perekonomian yang kapitalis pula.  Dan jika ingin lebih ekstrim lagi, kalo mau maju dan berkembang maka kaum muslimin harus menyesuaikan islam dengan tuntutan jaman atau sebagai mana yang dikatakan Cak Nur dalam artikelnya yang berjudul -Menegakkan faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah ”baru”- sudah saatnya kita melakukan penggalian ulang terhadap masalah-masalah weltanschauung, berupa konsep-konsep tentang alam (kosmopologis), konsep-konsep tentang manusia (antropologis), dan konsep-konsep tentang Tuhan (Teologis). Dimana penggalian dalam masalah-masalah tersebut tetaplah bersifat Otentik, meski tidak Konvesional. Atau lebih mudahnya rekontruksi ulang pemahaman islam berdasarkan  nash-nash yang ada namun dengan tafsiran yang modern. (tuh kerenkan teorinya- kedengarannya intelek dan realistis banget bukan???) 

Namun, dikarenakan ide memajukan kaum muslimin dengan cara rekontruksi ulang pemahaman islam adalah Hipotetik yang Utopis jadi amatlah wajar kalo sampai saat ini kondisi kita (kaum muslimin-red) nggak juga maju2 bahkan kian terpuruk aja, sebab  Benchmarket yang diterapkan kepada islam adalah Benchmarket yang bersifat negatif dan malah menurunkan qualitas dari islam itu sendiri. pencangkokan demokrasi dalam sistem perpolitikan islam telah mengukuhkan negeri-negeri muslim berada dibawah kekuasaan negara-negara imperialis (penjajah), penerapan sistem kapitalis telah menjadikan kaum muslimin  semakin miskin, sumber daya alamnya dirampas, dan memiliki ketergantungan yang amat besar dengan dunia barat yang perekonomiannya telah maju.  

Taqiyuddin An-Nabhani dalam bukunya Peraturan Hidup Dalam Islam mengatakan bahwa Islam tak melarang  adanya upaya peniruan dari barat selama hal ini merupakan peniruan yang bersifat universal dan umum sebut saja kemajuan teknologi. Akan tetapi haram hukumnya melakukan peniruan dalam hal yang bersifat peradaban dan akidah sebut saja haram bagi kaum muslimin untuk mengcopy pemikiran yang bertentangan dengan islam, menerapkan hukum-hukum, sistem, dan ideology dari luar islam. 

Finally-Alqur’an telah mengantakan bahwa islam itu rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Dan Islam diturunkan untuk menyempurnakan ajaran-ajaran yang di bawa rasul yang diutus sebelum nabi Muhammad SAW. Bahkan di Almaidah ayat 3, Allah mengatakan bahwa islam itu telah sempurna- artinya islam mampu tampil sebagai problem solver dalam kehidupan, dan untuk membangkitkan kaum muslimin maka hanya ada satu cara yakni penerapan islam secara kaffah (menyeluruh) dalam semua aspek POLEKSOSBUD dan Hankam. (ana al faruqy)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s