catatan pemilu 2009…………..

Posted: 19 Oktober, 2008 in Red Zone
Tag:

menjelang pemilu, krisis politik di negeri ini tak bisa di tutupi….

penguberan kaum perempuan buat dijadikan caleg tanpa memperhatikan pengalaman politik dan pengetahuan mereka tentang permasalah bangsa menjadi salah satu bukti betapa partai hanya memenuhi quota untuk tampil di pentas pemilu tanpa mengindahkan visi untuk membangun negeri

adanya berita penipuan terhadap puluhan tukang ojek  oleh salah satu caleg guna membiayai biaya kampanye menjadi bukti lain, betapa tak qualifiednya caleg saat ini.

ragam iklan yang “merangkul danmengayomi petani” akhir2 ini begitu berhamburan menghiasi media

para politisi tampil dalam ragam event pemberian benih dan pemetikan hasil panen sebagai bukti “kepedulian mereka terhadap petani” . tapi ketika terjadi protes pembakaran hasil panen dan benih sebagai manifestasi kekecewaaan petani. mereka hanya lempar batu sembunyi tangan.

juga tak sedikit, parpol yang telah turun pamor, berusaha menaikkan pamornya dengan cara memajang para atis buat dijadikan caleg. padahal para artis tadi ketika berkampanye, tak sedikitpun mengetahui permasalah negeri.

parpol2 islampun menemui jalan buntu, meski muslim adalah mayoritas, namun parpol islam tak bisa meraih suara bulat dari kaum muslim di negeri ini, yang ada, mereka (parpol islan, red) terbagi dalam banyak kubu,

dan ada pula parpol islam yang demi menggalang suara, menanggalkan ideologi islam dengan menjadi “partai terbuka” yang bukan hanya terbuka untuk keanggotaan tetapi juga bersedia mencalonkan caleg yang bertentangan dengan keyakinan mereka, selama caleg tersebut menjunjung tinggi “demokrasi, visi dan misi organisasi”

bahkan yang paling membuat miris adalah, betapa banyak para politisi2 “bermasalah” yang dengan tebal muka tetap mengikuti ajang ini dan tampil selayaknya pahlawan penyelamat bangsa, padahal ketika mereka berkuasa, terbukti mereka telah gagal menjalankan tugasnya.

lalu muncul nama baru, yang tak pernah terdengar namanya, akan bisa mengetahui permasalahan negeri yang begitu pelik, padahal tak pernah satu kalipun ia muncul membela kepentingan rakyat ketika subsidi dicabut, dan saat aset2 negeri dijual.ketika banyak keluhan rakyat tentang harga dan sulitnya hidup ia tetap mendekam dalam kerangkeng bernama keraton.

lalu… calon mana yang dianggap layak??? 

masyarakat sudah lelah, tak peduli semanis apapun janji politik

pada akhirnya masyarakat tetap menjadi pihak yang paling dimarjinalkan.

 

lalu akankah wacana golput

cukup untuk membuka mata kita

 betapa masyarakat tak percaya kepada pemerintah dan sistem yang ada

 

setelah ragam rezim berganti dan gagal

masihkah kita akan berkata bahwa ini adalah sistem terbaik

dan yang perlu diganti hanyalan para pelaksananya 

 

tidakkah ini saatnya untuk kita memikirkan

sistem lain (selain demokrasi dan sosialis) sebagai solusi untuk permasalahan negeri ini

???????????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s