Arsip untuk Oktober, 2009

BIG NO!! FOR NEO ORBA??

Posted: 24 Oktober, 2009 in black zone
Tag:, ,

2002925483872997962_rs

Orba ato Orde Baru jadi perbincangan lagi, huhu…..pengalaman dimasa orba memang punya posisi tersendiri dihati dan memori masyarakat Indonesia yang pernah hidup dan ngerasain “nikmatnya” pemerintahan Orba.  Bahkan seseorang yang lahir di tahun Orba (1967-1998) dianggap sebagai produk Orba, wew agak lebay nih…<—— artinya saya juga produk orba dunk??

isunya bahkan semakin menggejolak saat pelantikan Presiden Indonesia untuk masa pemerintahan yang kedua kalinya.  yoi ….. masyarakat tertentu khawatir kembalinya masa Orba??

pengalaman pahit dari pemerintahan di jaman Orba ini secara umum dirasakan oleh masyarakat miskin, level masyarakat menengah dan mahasiswa, kesalahannya yang paling legendaris adalah monopoli hak pilih saat pemilu, minimnya hak bicara bahkan untuk suara paling kecil sekalipun.

ya….klo saya  sih dengernya aja dah asem……gak kebayang bila masa sebagai mahasiswa yang jadi pengontrol, malah minim ngomong baik itu nasehatin para pejabat atawa cuman mau ngontrol kebijakan pemerintah…..berakhir di dalam kerangkeng….. amit amit dahhh.

(lebih…)

Iklan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kalimantang Tengah (Kalteng) menggelar aksi simpatik untuk mengenang Noorhasanah, di Bundaran Besar Kota Palangkaraya, Sabtu.

Aksi simpatik mengenang kepergian Noorhasanah ini di motori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Kalteng, sebagai bentuk penghormatan terakhir mereka terhadap salah satu anggota mahasiswa STAIN tersebut.

Noorhasanah tewas pada Sabtu lalu (26/9) akibat di bunuh oleh tetangganya sendiri, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian motivasi pembunuhan karena pencuri yang panin, sehingga menghilangkan nyawa korban.

Orasi dilakukan bergantian oleh aktivis BEM STAIN dengan menyampaikan rasa kehilangan meraka yang mendalam, aksi ini mendapatkan perhatian dari seluruh pengguna jalan di sekitar Bundaran Besar Kota Palangkaraya.

BEM STAIN juga berterimakasih kepada kepolisian yang dengan segera dapat menemukan pelaku pembunuhan, yang artinya adanya bentuk keseriusan kepolisian dalam penanganan kasus pembunuhan ini.

Menurut mereka Noorhasanah merupakan sosok mahasiswa yang pintar, dan merupakan teman yang baik, dalam pergaulannya sehari hari di kampus dikenal sebagai orang yang ceria.

Mereka juga menyampaikan bahwa duka kehilangan Noorhasanah bukan hanya milik keluarga korban saja namun juga merupakan duka bagi seluruh civitas akademika STAIN Kalteng.

Puluhan mahasiswa STAIN Kalteng yang seluruhnya menggunakan almamater berwarna hijau tersebut datang bersama dengan membawa poster yang menggambarkan sosok pribadi Noorhasanah.

Selain itu untuk menghormati teman mereka tersebut, juga dibentangkan baliho lengkap dengan foto Noorhasanah yang sedang tersenyum bahagia, sosok yang selama ini ada di dalam pikiran teman-temannya.

BEM STAIN juga berharap kejadian yang menimpa anggota mahasiswanya sebagai salah satu pejaran untuk terus menjaga diri bagi setiap anggota masyarakat, dan terus melakukan pengontrolan perilaku dari perbuatan jahat yang di murkai oleh Allah SWT.

Meski berlangsung damai aksi tersebut tetap mendapatkan pengawalan dari kepolisian, aksi simpati diakhiri dengan pembacaan do’a untuk Noorhasanah agar mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.

Aktivis mahasiswa di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menggelar aksi simpatik berupa pengumpulan dana untuk korban gempa di Sumatra Barat, di Bundaran Besar, Jum’at.

”Aksi simpatik ini digelar dalam rangka solidaritas terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah gempa di Sumatra Barat” kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangkaraya (Unpar), Trisinto Cara.

Menurutnya aksi serupa telah sering dilakukan untuk membantu jika terjadi bencana yang akhir akhir ini terjadi di Indonesia, sebuah bentuk empati yang dapat dilakukan sesama saudara yang berada di provinsi lain.

Cara yang ditemui saat aksi solidaritas di Budaran Besar tersebut mengaku aksi ini digelar bersama dengan beberapa organisasi mahasiswa yang ada di Kalimantan Tengah, lintas fakultas dan lintas universitas.

Beberapa organisasi yang ikut menggelar aksi simpatik ini yakni,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kalteng, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalteng, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan BEM Unpar.

Para aktivis mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen organisasi ini berdiri dipinggir jalan Bundaran Besar, yang dilewati banyak pengguna jalan sambil menyodorkan kotak amal untuk korban Sumbar.

Kotak amal yang disodorkan ke bagian jalan, diperuntukkan bagi pengguna jalan yang dengan suka rela membantu. Tak jarang ada kendaraan yang sengaja mampir untuk memberikan sumbangan uang sambil bertanya tanya dengan para mahasiswa tersebut.

Aksi yang baru dimulai ini telah berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 7 juta 780 ribu, menurut Cara aksi akan digelar hingga satu minggu kedepan, sehingga diharapkan dapat meringankan semaksimal mungkin beban para korban.

Meski sholat Jum’at dilaksanakan aksi terus dilanjutkan oleh para mahasiswa, dengan pergantian penjagaan oleh mahasiswa non muslim yang tidak melaksanakan ibadah sholat Jum’at.

Sementara aksi proaktif berupa terjun langsung ke masyarakat seperti di Bundaran Besar Kota Palangkaraya seperti ini, pihaknya juga membangun pos bantuan dimasing-masing kampus, kata Cara menambahkan.

Cara juga mengatakan bantuan akan di salurkan dalam bentuk dana tunai ke rekening-rekening bantuan untuk korban bencana Sumbar, hal ini dilakukan agar penyaluran lebih mudah dan tepat sasaran.