for Ndut, adik kecilku semata wayang (the second letter)

Posted: 20 Juli, 2010 in Red Zone

Ndut,
8 tahun memank jenjang usia yg cukup jauh, ditambah dengan kondisi yang mengharuskan kita terpisah 8 tahun,dan baru berkumpul selama satu tahun taklah cukup untuk menjadikan kita “akrab”

tapi, percayalah….
aku selalu mencoba untuk menjadi seorang kawan sekaligus kakak untukmu, walapun pada faktanya jika bermasamamu, aku cenderung kekanak-kanakkan, manja, egois, dan pemarah. tapi aku mencoba untuk lebih bijak menghadapimu.

seringkali, tak sedikit orang yg salah duga tentang siapa kakak, dan siapa adik diantara kita. he he he. ditambah postur tubuhmu yg lebih besar dan raut mukamu yg cemberut, semakin menguatkan dugaan bahwa kau adalah sang “kakak” dan aku adalah “adik”-bisa ku bayangkan ekspresi dan bisa kuhitung dengan jelas berapa kerutanmu ;D- jangan marah Ndut, aku hanya menjabarkan fakta, okeeeeeh….

Mmmm…seringkali aku sangat kesal padamu, kau orang yg sembarangan, tukang ngiri, judes, mata duitan, suka pinjam barang tp jarang meletakkan barang2 ditempat semula, pemalas, nggak rapi, cenderung “pemaksa”, tukang ngotot, tak mau kalah padahal sudah nyata-nyata salah. Pokoknya PAYAH.

tapi, adik kecilku, kau punya ekspresi yang saaaaaaaaaaaaaangat lucu saat marah. jadi mengertilah jika aku punya hobi bikin kamu marah. he he he

menurutku kau adalah anak emas mama dan bagimu aku adalah anak kesayangan papa. kau sering sekali sekali iri akan posisiku sebagai anak pertama. adik kecilku, kuberitahu kau satu rahasia-tak ada yg istimewa ttg posisi anak pertama maupun anak kedua, semua ttg peran dan tanggung jawab.

meski anak pertama selalu menikmati “barang baru”, namun ia dituntut untuk menjaga segala tingkah lakunya karena ia adalah panutan bagi anak kedua. sedangkan, anak kedua adalah “putri”. Dunia berputar mengelilinginya, namun ia akan senantisa berada dibawah “bayang-bayang”, sebab ia akan selalu dibandingkan dengan anak pertama.Jadi…bisa tidak, kau jangan main iri-irian lagi ;)- waktu kita tak banyak, kita hanya berkumpul satu rumah untuk beberapa bulan lagi- setelahnya aku akan menjalani rutinitas yg baru di tempat yang baru- dan satu tahun lagi kau akan kuliah di tempat yg cukup jauh. jadi…kita berbaikan saja ya ;)- lagian kasian bapak jika ia harus terus-terusan jadi penengah dalam perdebatan kita yg tak berujung pangkal.

O…iya ndut, kmu juga jangan terlalu sering “bertengkar” dg mama. capek tahu Ngeliatnya🙂

Ndut,
dah dulu ya- pa Dzul dh melotot tuh soalnya Invoicenya blm selesai ku input ne.

kakakmu,

Riani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s