Archive for the ‘black zone’ Category

DAFTAR HARGA KEPALA PARA TERORIS

Posted: 12 Agustus, 2011 in black zone

Berikut ini list harga kepala dari pemerintah Amerika Serikat kepada Teroris :

1. Dulmatin alias Joko Pitono, tangkap hidup atau mati, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyediakan hadiah uang senilai USD 10 juta.

2. Zulkarnaen, otak peledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, pada 2003 lalu.

3. Umar Patek, terlibat dalam bom Bali pada 2002 juga dihargai USD1 juta.

4. Zulkifli Bin Hir, diduga terlibat rangkaian peledakan bom di Filipna pada 2006. Kematiannya diganjar hadiah uang USD5 juta.

5. Isnilon Hapilon, diduga terlibat penculikan warga  negara AS pada 2002. harga kepalanya sama dengan Zulkifli, USD5 juta.

Harga kepala lo??

Akhirnya the One Million usd (dollar amrik) head Mr. Umar Patek pulang juga. Jelasnya bukan karena lagi bulan Ramadhan dan kepengen berLebaran di kampung halaman (hiah… trus ngapain?)

Menurut Pejabat senior keamanan Pakistan, negaranya sudah mengekstradisi tersangka utama dalam pemboman Bali 2002 ke Indonesia pada Rabu (10/8/2011).  Umar Patek berhasil di tangkap Agen keamanan Pakistan pada Januari 2011 di Abbottabad, sebuah kota garnisun di barat laut Pakistan (silakan buka peta hehe) yang menjadi lokasi tewasnya pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, dalam serangan tentara Amerika Serikat pada Mei 2011 lalu.

“Umar Patek sedang dikirim kembali ke Indonesia hari ini,” kata pejabat Pakistan yang enggan menyebut identiasnya, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (10/8/2011).

Dia mengaku tidak tahu, kapan Umar Patek akan mendarat di Jakarta, namun pejabat ini meyakinkan mereka menggunakan armada pengiriman paket milik mereka sendiri, karena punya Endonesa sering telat nyampenya….

Analis keamanan mengatakan, Umar Patek adalah salah satu dari beberapa militan Endonesa yang akan mampu menjelaskan kepada kepolisian tentang perakitan BOm Bali dan juga JW Mariot. Dan rencananya juga akan segera menjadi tim pengajar di ITB untuk Jurusan Teknik Nuklir…..Lah dari pada dihukum mati atau di penjara aja?? mending Elmu nya kan di manpaatkan untuk perkembangan Endonesa.

(lebih…)

the Genk Usil

Posted: 28 Februari, 2010 in black zone
Tag:,

Pengalaman di masa perkuliahan yang seru, segera digantikan masa transisi ke arah dunia kerja yang gak kalah seru. Nasib sebagai anak kosan, bikin pengalaman pindahanku jadi banyak banget, semuanya punya pegalaman masing-masing dan memberikan pelajaran berharga. Ini juga sempat bikin inspirasi buka usaha bantu pindahan orang laen hohohoho……..
Setelah lulus kuliah dan bekerja, aku terpaksa pindah dari Pesanggrahan tecinta yang sudah kayak kampung tersendiri. Sebab di Pesanggrahan hanya menyewakan kamar bagi mahasiswa, maka selamat tinggal kamar yang nyaman dan tentram.
Pindah hingga tiga kali, luntang lantung nyari kosan yang enak akhirnya dapat juga tempat tinggal yang rasanya seperti rumah sendiri, lagi. Di rumah inilah banyak sekali pengalaman seru dan persahabatan terikat, hihihihi…..

(lebih…)

Hari ini dan beberapa hari sebelumnya kumulonimbus emank setia banget memayungi kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Maklum lagi musim hujan…..dink beuh bakalan banjir gak yah??

Meski Kota Palangkaraya terkenal dengan penyumbang asap terbesar dan ditunjuk2 mukanya sama dunia sebagai penyebab peningkatan emisi karbon terbesar di dunia, selama ini gak pernah (jarang….) ada banjir. meski hujan bagaimana lebatnya juga……….palingan hanya air sungai yang pasang. itupun dianggap berkah, soalnya klo di sini banjirnya juga ada ikannya jadi bisa mancing depan rumah hehehehe…………

si Kumulonimbus emank betah banget bertengger daerah padat dan menurunkan muatannya pada waktu yang tidak disangka-sangka………beuh. Kesel juga, padahal waktu ada bencana asap……..hal yang paling dirindukan malah kumulonimbus……

(lebih…)

BIG NO!! FOR NEO ORBA??

Posted: 24 Oktober, 2009 in black zone
Tag:, ,

2002925483872997962_rs

Orba ato Orde Baru jadi perbincangan lagi, huhu…..pengalaman dimasa orba memang punya posisi tersendiri dihati dan memori masyarakat Indonesia yang pernah hidup dan ngerasain “nikmatnya” pemerintahan Orba.  Bahkan seseorang yang lahir di tahun Orba (1967-1998) dianggap sebagai produk Orba, wew agak lebay nih…<—— artinya saya juga produk orba dunk??

isunya bahkan semakin menggejolak saat pelantikan Presiden Indonesia untuk masa pemerintahan yang kedua kalinya.  yoi ….. masyarakat tertentu khawatir kembalinya masa Orba??

pengalaman pahit dari pemerintahan di jaman Orba ini secara umum dirasakan oleh masyarakat miskin, level masyarakat menengah dan mahasiswa, kesalahannya yang paling legendaris adalah monopoli hak pilih saat pemilu, minimnya hak bicara bahkan untuk suara paling kecil sekalipun.

ya….klo saya  sih dengernya aja dah asem……gak kebayang bila masa sebagai mahasiswa yang jadi pengontrol, malah minim ngomong baik itu nasehatin para pejabat atawa cuman mau ngontrol kebijakan pemerintah…..berakhir di dalam kerangkeng….. amit amit dahhh.

(lebih…)

Beberapa waktu terakhir saya begitu banyak mendapatkan ”Gift” dari teman2 berupa chips yang jika di hitung maka jumlahnya bisa ribuan, mulanya saya berfikir  ”chips apa??” Petunjuknya sih  jelas mengarahkan saya untuk melakukan claim, saya tidak pernah menggubrisnya hingga hari ini (24/9).

Mengapa saya memilih untuk mencari tahu apa dan bagaimana chips yang dimaksud, , sebab banyak dari teman yang bahkan ribut karena kalah, dan merasa senang sekali tatkala menang. Menangpun tidak tanggung-tanggung jutaan hingga puluhan juta. Wah….sebegitu hebatnya kah?? Sedang kalau kalah bisa ngutang atau membeli chips teman….”miskin” hehehe

”rame sekali, langsung hilang sakit kepala” kata seorang teman yang saya mintai komentarnya dan saya mintai informasi cara bermain poker ini.

Haha….makin penasaran saya mengconfirm undangan seorang teman. Saya langsung melihat jumlah chips yang dimodalkan dan hasil hadiah para teman yang ”berbaik hati” membagikan chipsnya kepada saya. (Thanks Bro!!)

Permainan dimulai, dan saya terkejut!!!

Jenis permainan poker yang disajikan sangat mirip dengan jenis judi kartu semacam, Blackjack, hanya lebih sederhana, just poker! Para pemainnya terhubung secara online, duduk dalam satu meja, ada bandar, ada yang dipertaruhkan (chips).

BAHKAN, ada option untuk membeli bir, teman (gak tahu maksudnya apa??) wadoh…..what the??? Apa ini?? Yang online malah kebanyakan para aktivis???

”apa apa yang dapat menghantarkan pada keharaman maka hukumnya menjadi haram” kaidah kauliah inilah yang digunakan oleh para ulama ketika menghukumi bir non alkohol ( kadar alkohol 0%), sebab dikhawatirkan ummat dapat terjerumus dalam keharaman.

Keputusan para ulama ini demi melindungi umat dari rasa bir meski telah memiliki kadar alkohol 0%, dan untuk mendidik umat bahwa, yang namanya haram, meski bentuk dan rasanya dirubah tidak akan mengurangi keharamannya.

Sebab penetapan keharaman bukan berdasarkan kepada rasa dan bentuk tetapi definisi benda yang diharamkan, seperti minuman memabukkan, zina (pacaran islami??) judi (sms poling dsb).

Saya ingin mengajak berfikir bersama bagaimana agar game poker ini nantinya tidak menjerumuskan kita untuk bermain kartu, mempertaruhkan sesuatu, meski kenyataanya hanyalah sebuah permainan penghilang stress, namun yang harus ditekankan adalah pendidikan berupa judi ini tidak menjadi konsumsi yang akhirnya malah bisa memabukkan apalagi membuat ketagihan.

Bisa saja game poker menjadi arena latihan sebelum kemudian mencoba untuk mendapatkan uang nyata dengan permainan yang sama, bersama para pemain nyata, dan kemenangan yang nyata. Viva!!! People do anything in crazy world!!

Nauzubillah…..mudahan kita dihindarkan dari muslihat Iblis yang tiada henti menjerumuskan kita kedalam perangkapnya…..

Wallahualam Bishawab..

Palangkaraya, 14/8 (ANTARA) –  Mantan Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Aries Morcorius Narang, memanfaatkan masa skors Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palangkaraya  masa sidang II tahun 2009, untuk berkaraoke, di ruang sidang kantor DPRD Kota Palangkaraya, Jum’at Siang.
Skors Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palangkaraya  masa sidang II tahun 2009 ini, disebabkan adanya interupsi dari salah satu anggota DPRD terpilih, terkait pelimpahan Pimpinan Sementara DPRD Kota Palangkaraya, dari anggota DPRD terpilih Vina Panduwinata (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP), kepada Sigit Karyawan Yunianto (PDIP).
Aries sengaja berkaraoke, mencoba mendinginkan suasana yang sempat memanas, karena interupsi salah satu anggota DPRD Kota Palangkaraya, yang tidak menerima keputusan pelimpahan jabatan Ketua Sementara DPRD tersebut.
Undangan dan anggota DPRD Kota Palangkaraya lainnya, kontan bertepuktangan, dan menyambut karaoke Aries dengan antusias. Sementara itu Walikota Palangkaraya, Riban Satia yang juga hadir, langsung turun tangan menangani perundingan bersama.
Karaokepun berakhir ketika masa skor sidang selama 30 menit habis, dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan perundingan. Hasilnya surat keputusan pelimpahan ketua sementana DPRD yang pertama dicabut, dan diganti dengan surat ketetapan yang baru.
Surat keputusan yang pertama menyebutkan Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya di tempati oleh Sigit Karyawan Yunianto, dengan Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya Suhardi Lentam dari Partai Golkar.
Surat keputusan ke-dua, menetapkan Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya di tempati oleh Sigit Karyawan Yunianto, dengan Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya digantikan oleh Elsanto Harinatalno dari Partai Demokrat.
Pemilihan Ketua Sementara ini menurut anggota DPRD Kota Palangkaraya yang melakukan interupsi, Elsanto Harinatalno, tidak sesuai dengan peraturan pemilihan Ketua, dimana seharusnya pelimpahan Ketua Sementara seharusnya diserahkan kepada anggota DPRD yang lebih banyak suaranya atau yang paling muda umurnya.
Untuk itu dirinya berani untuk melakukan interupsi, demi menegakkan kebenaran, sebab menurutnya jika dibiarkan maka seluruh anggota akan melakukan kesalahan berjamaah.
Dirinya juga menyayangkan pemilihan Ketua Sementara ini menggunakan penunjukkan langsung dari Ketua Sementara terpilih pertama kepada Ketua Sementara kedua, tanpa adanya komunikasi maupun koordinasi dengan anggota DPRD Kota Palangkaraya lainnya.
Sementara itu Vina Panduwinata sendiri, melimpahkan jabatan Ketua Sementara disebabkan, tengah hamil tua, sehingga ditakutkan tidak dapat menjalankan tugas-tugas Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya, seperti penyusunan Fraksi.