Archive for the ‘warta’ Category

Akhirnya the One Million usd (dollar amrik) head Mr. Umar Patek pulang juga. Jelasnya bukan karena lagi bulan Ramadhan dan kepengen berLebaran di kampung halaman (hiah… trus ngapain?)

Menurut Pejabat senior keamanan Pakistan, negaranya sudah mengekstradisi tersangka utama dalam pemboman Bali 2002 ke Indonesia pada Rabu (10/8/2011).  Umar Patek berhasil di tangkap Agen keamanan Pakistan pada Januari 2011 di Abbottabad, sebuah kota garnisun di barat laut Pakistan (silakan buka peta hehe) yang menjadi lokasi tewasnya pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, dalam serangan tentara Amerika Serikat pada Mei 2011 lalu.

“Umar Patek sedang dikirim kembali ke Indonesia hari ini,” kata pejabat Pakistan yang enggan menyebut identiasnya, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (10/8/2011).

Dia mengaku tidak tahu, kapan Umar Patek akan mendarat di Jakarta, namun pejabat ini meyakinkan mereka menggunakan armada pengiriman paket milik mereka sendiri, karena punya Endonesa sering telat nyampenya….

Analis keamanan mengatakan, Umar Patek adalah salah satu dari beberapa militan Endonesa yang akan mampu menjelaskan kepada kepolisian tentang perakitan BOm Bali dan juga JW Mariot. Dan rencananya juga akan segera menjadi tim pengajar di ITB untuk Jurusan Teknik Nuklir…..Lah dari pada dihukum mati atau di penjara aja?? mending Elmu nya kan di manpaatkan untuk perkembangan Endonesa.

(lebih…)

Iklan

Palangkaraya, 14/8 (ANTARA) –  Mantan Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Aries Morcorius Narang, memanfaatkan masa skors Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palangkaraya  masa sidang II tahun 2009, untuk berkaraoke, di ruang sidang kantor DPRD Kota Palangkaraya, Jum’at Siang.
Skors Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palangkaraya  masa sidang II tahun 2009 ini, disebabkan adanya interupsi dari salah satu anggota DPRD terpilih, terkait pelimpahan Pimpinan Sementara DPRD Kota Palangkaraya, dari anggota DPRD terpilih Vina Panduwinata (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP), kepada Sigit Karyawan Yunianto (PDIP).
Aries sengaja berkaraoke, mencoba mendinginkan suasana yang sempat memanas, karena interupsi salah satu anggota DPRD Kota Palangkaraya, yang tidak menerima keputusan pelimpahan jabatan Ketua Sementara DPRD tersebut.
Undangan dan anggota DPRD Kota Palangkaraya lainnya, kontan bertepuktangan, dan menyambut karaoke Aries dengan antusias. Sementara itu Walikota Palangkaraya, Riban Satia yang juga hadir, langsung turun tangan menangani perundingan bersama.
Karaokepun berakhir ketika masa skor sidang selama 30 menit habis, dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan perundingan. Hasilnya surat keputusan pelimpahan ketua sementana DPRD yang pertama dicabut, dan diganti dengan surat ketetapan yang baru.
Surat keputusan yang pertama menyebutkan Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya di tempati oleh Sigit Karyawan Yunianto, dengan Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya Suhardi Lentam dari Partai Golkar.
Surat keputusan ke-dua, menetapkan Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya di tempati oleh Sigit Karyawan Yunianto, dengan Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya digantikan oleh Elsanto Harinatalno dari Partai Demokrat.
Pemilihan Ketua Sementara ini menurut anggota DPRD Kota Palangkaraya yang melakukan interupsi, Elsanto Harinatalno, tidak sesuai dengan peraturan pemilihan Ketua, dimana seharusnya pelimpahan Ketua Sementara seharusnya diserahkan kepada anggota DPRD yang lebih banyak suaranya atau yang paling muda umurnya.
Untuk itu dirinya berani untuk melakukan interupsi, demi menegakkan kebenaran, sebab menurutnya jika dibiarkan maka seluruh anggota akan melakukan kesalahan berjamaah.
Dirinya juga menyayangkan pemilihan Ketua Sementara ini menggunakan penunjukkan langsung dari Ketua Sementara terpilih pertama kepada Ketua Sementara kedua, tanpa adanya komunikasi maupun koordinasi dengan anggota DPRD Kota Palangkaraya lainnya.
Sementara itu Vina Panduwinata sendiri, melimpahkan jabatan Ketua Sementara disebabkan, tengah hamil tua, sehingga ditakutkan tidak dapat menjalankan tugas-tugas Ketua Sementara DPRD Kota Palangkaraya, seperti penyusunan Fraksi.

palangkaraya, kering dan berbau asap

Posted: 13 Agustus, 2009 in warta

dalam minggu terakhir ini masyarakat kota Palangkaraya dihantui sama yang namanya kabut asap. gimana enggak, klo dibelahan dunia lain orang menghabiskan musim panas dengan berkemah, hiking, dan berenang, masyarakat kota palangkaraya malah asik menikmati keringnya udara, panasnya sinar matahari, dan kabut asap aroma kayu tebakar.

beberapa hari lalu saya sempat jalan2 ketempat biasanya masyarakat kota palangkaraya menghabiskan waktu dikala awal musim kemarau (pada saat itu belum ada kabut atau ya….belum tebal lah….).

begh…..sefffiiiii…………..belum lagi pemandangan seluruh kota yang biasanya hijau, malah sekarang serba coklat!!!!

agak gimana gitu….rasanya gak enak aja. padahal kota palangkaraya menurut saya adalah kota yang nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.

saya berharap bencana tahunan ini segera berlalu…..

Palangkaraya, 15/7 (ANTARA) – Walikota Palangkaraya, Ibukota Kalimantan Tengah (Kalteng) Riban Satia meresmikan Palangkaraya Fair 2009 atau Pekan raya Palangkaraya 2009 pertama di gedung Koni Propinsi kalteng, Rabu.
Acara yang digelar dalam rangka Dirgahayu Kota Palangkaraya Ke-44 tanggal 17 Juni lalu dan Hari koperasi Ke-62 tanggal 12 Juli, diharapkan Riban dapat terselenggara setiap tahun.
Menurut Riban, pekan raya palangkaraya mampu mempromosikan program usaha kecil menengah yang memiliki potensi nvestasi. Karena koperasi usaha kecil menengah terbukti mampu bertahan saat krisis.
“kebangkitan KUKM sebagai penggerak ekonomi regional dan nasional di Kalteng sangat menggembirakan” ungkap Riban saat memberikan sambutan.
Riban juga menyoroti lokasi pekan raya yang belum memiliki kawasan khusus, seperti daerah Kemayoran di Jakarta untuk melaksanakan Pekan raya.
Beberapa tahun lalu, Kota Palangkaraya sempat memiliki daerah di jalan Temanggung Tilung sebagai pusat Pameran dan Pasar Malam. Namun Riban mengaku kawasan tersebut kini sulit ditata kembali. Sehingga harus dicarikan kawasan lain.
Peresmian ditutup dengan pelepasan balon keudara.
Usai membuka dan meresmikan pekan raya Palangkaraya, Riban menyempatkan mengunjungi stan di bagian dalam gedung Koni.
Yang terdiri dari 15 stan BUMN seperti PT. Jasa Raharja dan PT. Jamsostek. Stan Pemko yakni dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, dan dinas pendidikan pemuda dan olah raga.
Sedangkan sisanya adalah usaha kecil yang terdiri dari Elekronik, pakaian jadi dan aksesoris yang berjejer disepanjang ruas Jalan Kartini.
Pekan raya Palangkaraya ini akan digelar hingga tanggal 19 Juli mendatang, dan diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung perekonomian Kota.

Palangkaraya, 14/7 (ANTARA) – Terpilihnya kota Palangkaraya yang menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan workshop Reformasi Tata Pemerintahan Dasar, Pengadaan Barang dan Jasa & Pengelolaan Keuangan Daerah oleh Departemen Pekerjaan Umum Repulik Indonesia. Membuka kesempatan bagi perkembangan kota ini kedepannya.
Workshop yang juga dihadiri oleh wakil Bupati Solok Selatan, Sawah Lunto, Padang dan Sleman ini mengambil agenda pembahasan tranparansi perdagangan barang dan jasa dan pengelolaan keuangan daerah.
Task Team Leader USDRP  World Bank, Ida Ayu Indira yang juga turut menjadi pengisi workshop mengharapkan agar reformasi Tata pemerintahan Dasar dapat tercapai, hendaknya juga dibarengi dengan peningkatan mutu tenaga pekerja.
Untuk itu Ida Ayu meminta pemerintah kota Palangkaraya dapat lebih memahami agenda reformasi ini dan memiliki komitmen terhadap program ini, agar tujuan reformasi tata pemerintahan yang baik dapat berjalan optimal.
Sementara itu Wakil walikota Palangkaraya Maryono, SHi. Hadir mewakili walikota Palangkaraya, selasa. Mengatakan bahwa kota Palangkaraya merupakan kota yang relatif masih muda dan masih berbenah diri.
Karena itu memiliki banyak potensi pembangunan yang lebih tertata, sehingga mampu menjadi contoh penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik.
“Tahun 2008 kota Palangkaraya mendapatkan predikat kota terbersih dari korupsi dan menduduki peringkat ke-2 kota bebas korupsi di tahun 2009” ungkap Maryono.
Selain itu Maryono juga berharap turut sertanya Bank Dunia dalam membantu upaya seluruh pemerintah kabupaten kota di Indonesia, tidak dipandang sebagai ancaman oleh masyarakat, termasuk warga kota Palangkaraya.
Mengingat peran bank dunia sebagai pendukung dalam membantu terlaksananya program yang bertujuan mewujudkan kemandirian daerah.