Archive for the ‘Red Zone’ Category

Mahluk Paling Egois di Muka Bumi

Posted: 17 Agustus, 2011 in Red Zone

perokok… adalah mahluk paling egois yang ada dimuka bumi

tak peduli ada siapa di sekitar, mau tua,muda, nenek, kakek,bayi, ibu hamil,  selama mulut telah pahit dan aroma rokok telah amat sangat menggiurkan, maka mereka akan merokok

perokok adalah mahluk paling egois di muka bumi.

tak ambil pusing akan efek rokok bagi tubuhnya dan tak mau tau akibat buruk asap rokok bagi orang lain, selama air liur begitu asam ingin merokok, maka merokoklah mereka.

perokok adalah mahluk paling egois di muka bumi.

tak peduli betapa terganggunya orang lain oleh asap rokok mereka, ketika rokok telah mereka nikmati, maka masa bodo dengan orang lain

tak peduli di rumah sakit, dipojok kota, di mobil, di kereta, dan diberbagai tempat di muka bumi, tak peduli siapapun disampingnya. kalau mereka ingin merokok, maka merokoklah mereka.

maka tak salah, jika para perokok adalah mahluk paling egois di muka bumi

++++++++++++++++++

note= so sorry untuk rokokholic,,,,,,,jika merokok adalah hak kalian, bukankah sudah selayaknya kalian meminta ijin apakah kami (yang bukan perokok) bersedia menghirup racun dari kenikmatan beberapa menit yang kalian rasakan atau tidak?.

Iklan

Tentang Langkah kita …

Posted: 20 Juli, 2010 in my journey, Red Zone

Dilatar belakangi banyaknya opini di kepala–aku ingin kembali aktif menulis.

tapi tak semudah yg dikira, sebab tekad tak sekuat rasa kantuk-ho…ah, penglihatanku hanya 05 watt, fokus pikiranku kacau, alur tulisan g jelas dan plotnya berantakan…hah…hoah nyem..nyem-
sepersekian detik-aku mampir di alam mimpi…erghhjzzzz…zz.se

persekian detik bro-
lalu kesadaranpun kembali. (lebih…)

parameter justifikasi….

Posted: 20 Juli, 2010 in Red Zone

seringkali kita terlalu prematur saat menyematkan label “baik-buruk” kpd seseoraNg. dan kebanyakan kita menjadikan apa yg nampak sebagai parameter penyematan tsb?

lalu, orang yg bagaimanakah yg bs disebut sebagai orang baik?

melalui kisah berikut, semoga kita bisa mengambil
hikmah….

(lebih…)

Ndut,
8 tahun memank jenjang usia yg cukup jauh, ditambah dengan kondisi yang mengharuskan kita terpisah 8 tahun,dan baru berkumpul selama satu tahun taklah cukup untuk menjadikan kita “akrab”

tapi, percayalah….
aku selalu mencoba untuk menjadi seorang kawan sekaligus kakak untukmu, walapun pada faktanya jika bermasamamu, aku cenderung kekanak-kanakkan, manja, egois, dan pemarah. tapi aku mencoba untuk lebih bijak menghadapimu.

(lebih…)

catatan pemilu 2009…………..

Posted: 19 Oktober, 2008 in Red Zone
Tag:

menjelang pemilu, krisis politik di negeri ini tak bisa di tutupi….

penguberan kaum perempuan buat dijadikan caleg tanpa memperhatikan pengalaman politik dan pengetahuan mereka tentang permasalah bangsa menjadi salah satu bukti betapa partai hanya memenuhi quota untuk tampil di pentas pemilu tanpa mengindahkan visi untuk membangun negeri

adanya berita penipuan terhadap puluhan tukang ojek  oleh salah satu caleg guna membiayai biaya kampanye menjadi bukti lain, betapa tak qualifiednya caleg saat ini.

ragam iklan yang “merangkul danmengayomi petani” akhir2 ini begitu berhamburan menghiasi media

para politisi tampil dalam ragam event pemberian benih dan pemetikan hasil panen sebagai bukti “kepedulian mereka terhadap petani” . tapi ketika terjadi protes pembakaran hasil panen dan benih sebagai manifestasi kekecewaaan petani. mereka hanya lempar batu sembunyi tangan.

juga tak sedikit, parpol yang telah turun pamor, berusaha menaikkan pamornya dengan cara memajang para atis buat dijadikan caleg. padahal para artis tadi ketika berkampanye, tak sedikitpun mengetahui permasalah negeri.

parpol2 islampun menemui jalan buntu, meski muslim adalah mayoritas, namun parpol islam tak bisa meraih suara bulat dari kaum muslim di negeri ini, yang ada, mereka (parpol islan, red) terbagi dalam banyak kubu,

dan ada pula parpol islam yang demi menggalang suara, menanggalkan ideologi islam dengan menjadi “partai terbuka” yang bukan hanya terbuka untuk keanggotaan tetapi juga bersedia mencalonkan caleg yang bertentangan dengan keyakinan mereka, selama caleg tersebut menjunjung tinggi “demokrasi, visi dan misi organisasi”

bahkan yang paling membuat miris adalah, betapa banyak para politisi2 “bermasalah” yang dengan tebal muka tetap mengikuti ajang ini dan tampil selayaknya pahlawan penyelamat bangsa, padahal ketika mereka berkuasa, terbukti mereka telah gagal menjalankan tugasnya.

lalu muncul nama baru, yang tak pernah terdengar namanya, akan bisa mengetahui permasalahan negeri yang begitu pelik, padahal tak pernah satu kalipun ia muncul membela kepentingan rakyat ketika subsidi dicabut, dan saat aset2 negeri dijual.ketika banyak keluhan rakyat tentang harga dan sulitnya hidup ia tetap mendekam dalam kerangkeng bernama keraton.

lalu… calon mana yang dianggap layak??? 

masyarakat sudah lelah, tak peduli semanis apapun janji politik

pada akhirnya masyarakat tetap menjadi pihak yang paling dimarjinalkan.

 

lalu akankah wacana golput

cukup untuk membuka mata kita

 betapa masyarakat tak percaya kepada pemerintah dan sistem yang ada

 

setelah ragam rezim berganti dan gagal

masihkah kita akan berkata bahwa ini adalah sistem terbaik

dan yang perlu diganti hanyalan para pelaksananya 

 

tidakkah ini saatnya untuk kita memikirkan

sistem lain (selain demokrasi dan sosialis) sebagai solusi untuk permasalahan negeri ini

???????????????????????????????

Agnes monica…..dan identitas diri???

Posted: 25 Agustus, 2008 in Red Zone
Tag:

menyimak mantan artis cilik yang kini udah dinobatkan sebagai “Diva indonesia” di usia yang relatif muda, memang penuh kontradiksi dan menarik….

well… sebenarnya gua nggak jealous..atawa dengki ma kiprah dia yang melesat…

juga bukan dikarenakan gue nggak suka ma ketenaran dia yang “melangit”

dulu….

gue salut ma dia

salut mna “optimisme dia buat merambah” negeri luar

salut ma ketekunan dan kerja keras dia dalam meraih mimpinya menajdi seorang supertar

salut ma komitmen dia ma pendidikan dia ( meski terkenal, dia tetap memperhatikan kuliah, supaya bisa balance antara pendidikan dan karier, doi cuman ambil paling banyak 6 SKS, tapi IP tetap 4″

gue juga salut ma kecerdasan doi yang tercermin lewat statement doi via infotainment

sungguh gue salut…………….

tapi… itu dulu….

sekarang… setelah dia ketahuan sempet jalan ma “dirly indonesia idol”

setelah gue tau bahwa pendidikan nggak lagi urgent buat dia, bahkan doi rela buat cuti akademik

setelah gua liat jiplakan klip “moulin rouge’ dalam klip terbarunya ‘godai aku lagi”

gue sadar… doi cuman OMDO (omong doank)

karya2 doi yang dikatain membawa ide segar buat industri musik tanah air nggak lebih dari hasil contek abis budaya barat….

statement doi tentang tak ingin punya pacar “yang kurang dibandingin dia” cuman isapan jempol doanK

agnes monica bukanlah seorang multitalenta, doi nggak lebih dari plagiator ulung, liat aja musik, style, performa panggung, bahkan aktingnya semua “nyontek”

gue juga nggak setuju ma statement dia yang bilang “kalo nggak mau dibilang kebrat-baratan, ya.. pakai aja kebaya tiap hari, kalo nggak mau niru orang barat jangan pakai jins, kemeja dan produk barat laiinya”…

sungguh westernisasi bukan hanya menggunakan produk barat doank, tapi juga sikap hidup dan pola pikir…

coba bandingkan dengan seorang BoA… dia tetap jadi DiVA pop Korea, bahkan dia menjadi ikon Kore karena komitnya dia terhadap kebudayaan korea, dia tetap melek “musik dan life style barat” tapi dia tetap lupa ‘korea”,.. nuansa korea tetap hadir  dalam warna musik dan busana dia.

bandingkan dengan agnes monica………

sungguh ada satu pertanyaan yang sebenarnya nggak cuman gue tujukan buat agnes tapi juga kita semua

“apakah untuk meraih mimpi dan menjadi terkenal di dunia .. harus merubah jati diri kita”

apakah bagi seorang selebritis, untuk maraih mimpi di dunia luar harus menjadi seorang Anggun C.P yang tidak hanya merubah gaya hidup dan pola pikir tapi juga merubah identitas kewarganegaraan.

apakah memang ini pola pikir dinegeri ini. begitu kerdilnyakah  “indonesia” sehingga jika ada embel2 indonesia maka kita akan terpuruk, kalah tanding, dan tak punya harga jika dibandingkan kebudayaan barat  yang begitu “megah dan menyilaukan”???

Surat dari Sahabat

Posted: 2 Agustus, 2008 in Red Zone
Tag:

Dear, all….

Ini cerita dari kawan kita korban lumpur LAPINDO di Sidoarjo.

Mohon disimak baik2…..

Kawans,

Perkenalkan nama saya Winarko, alumni Flinders Uni tahun 2006. Saya adalah salah seorang korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, dan saat ini sangat memerlukan bantuan. Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan dari Walhi Jawa Timur. Dia bercerita bahwa Walhi baru saja melakukan kajian terhadap kandungan berbagai zat yang ada di dalam lumpur, yang kemungkinan membahayakan. Dan hasil temuan dari kawan2 di Walhi tadi benar-benar membuat saya terperangah. Ternyata selama dua tahun ini korban Lapindo secara tidak sadar sudah teracuni oleh gas berbahaya yang bernama PAH.

Bahwa semburan lumpur menyebabkan juga keluarnya berbagai gas yang baunya sangat menyengat, saya sudah mahfum sejak lama. Pun ketika banyak orang mengalami berbagai macam gangguan, mulai dari pernafasan sampai kesehatan kulit, hampir semua orang menganggap sebagai hal yang biasa dialami oleh para korban lumpur. Dugaan saya dan hampir semua orang di Sidoarjo tentang hal ini, karena kandungan gas yang berbau sangat menyengat tadi yang membuat pernafasan jadi terganggu.

Lebih dari itu tidak. Toh, Lapindo juga menyewa perusahaan yang memantau keluarnya gas di sekitar area semburan. Selama ini, sebagian besar temuan mereka adalah adanya jenis gas yang mudah terbakar, bukan yang membahayakan kesehatan. Pun juga pemerintah sudah beberapa kali melakukan pemantauan terhadap kandungan gas di dalam lumpur dan disekitar lokasi. Meskipun pernah dikabarkan bahwa polisi diberikan peralatan tambahan masker dan suplai oksigen, saya berpikir bahwa ini sekedar untuk mencegah dampak terhadap saluran pernafasan. Bahkan WHO sendiri sudah pernah melakukan kajian di lapangan pada tahun 2006, dan tidak menyebut adanya kandungan gas yang berbahaya.

Maka, betapa terkejutnya saya ketika kawan2 Walhi menyebutkan bahwa studi mereka menemukan adanya konsentrasi Policyclic Aromatic Hydrocarbons di dalam lumpur Lapindo atau lebih dikenal dengan PAH. Lebih membuat saya kaget sekaligus sangat marah adalah, ternyata menurut aturan (Depkes maupun standard EPA), konsentrasi PAH yang ditemukan di lokasi adalah 2000 kali di atas ambang normal. Ma’af, saya mengetik angka dengan benar. 2000 kali lipat!

(Sekedar catatan, sampling dari riset ini dilakukan pada tahun 2007. Padahal, saat ini jumlah semburan liar di sekitar tanggul lumpur semakin bertambah banyak, terakhir ada 94 titik. Dan semuanya terjadi di daerah yang masih sangat padat penghuninya) .

PAH ini merupakan senyawa kimia yang terbentuk akibat proses pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar fosil. United Nations Environment Programme menyebutkan bahwa PAH adalah senyawa organik yang berbahaya dan karsinogenik. Ia tidak menyebabkan terbentuknya tumor ataupun kanker secara langsung. Tapi dalam sistem metabolisme tubuh akan diubah menjadi senyawa alkylating dihydrodiol epoxides, yang sangat reaktif dan berpotensi menyebabkan tumor dan resiko kanker.

PAH juga bisa berakibat kanker paru-paru, kanker kulit dan kanker kandung kemih. PAH dapat masuk dalam tubuh manusia melalui pernafasan akibat menghirup asap rokok, asap pabrik yang menghasilkan limbah gas dengan banyak senyawa PAH di dalamnya, makanan atau minuman yang terkontaminasi senyawa ini. Misalnya memakan ikan yang hidup dalam air yang terkontaminasi senyawa ini, berinteraksi secara langsung dengan menyentuh tanah atau air yang tercemar PAH, dimana senyawa ini terserap melalui pori-pori kulit walaupun kadarnya rendah.

PAH tidak larut dalam air, beberapa PAH terlarut ringan, tetapi terikat pada partikel kecil dapat mengalami fotodekomposisi. Belum pernah diketahui efek menghirup PAH dalam dosis tinggi secara langsung. Kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan kulit merah, iritasi, dan melepuh. Efek kesehatan dapat diketahui beberapa tahun
setelah PAH terakumulasi dalam tubuh, antara lain dapat menyebabkan kanker, permasalahan reproduksi, dan membahayakan organ tubuh seperti liver, paru-paru, dan kulit.

***
Karena itu, dalam standar industri, adanya paparan terhadap PAH harus diimbangi dengan berbagai macam pencegahan dampak. Harus diukur maksimal waktu terpapar, perlengkapan bantu, juga perawatan kesehatan secara berkala. Lha ini di Sidoarjo, selama 2 tahun terakhir ini, masyarakat ternyata tanpa disadari terpapar oleh PAH hampir sepanjang hari, tanpa alat bantu dan perawatan sama sekali, dengan dosis yang sedemikian tinggi. Saya benar-benar ngeri membayangkan apa yang nantinya akan terjadi pada diri saya, anak dan keluarga saya, dan juga ratusan ribu masyarakat di Sidoarjo lain.

Apakah temuan Walhi tadi benar? Saya tidak melihat kawan saya tadi sedang bercanda, meskipun saya juga tidak mempunyai kapasitas keilmuan untuk membenarkan studi itu. Tetapi naluri saya juga berkata bahwa kawan saya itu memang sangat serius. Karena itu, saya menulis ini, untuk meminta tolong dan bantuan kepada anda semua. Terutama
mereka yang berlatarbelakang keilmuan Kimia atau kesehatan atau bidang lain yang relevan, untuk membantu memverifikasi studi itu.

Saya punya copy document risetnya lengkap, dan dengan senang hati akan saya kirim ke kawans yang berminat membantu. Saya ingin mendapatkan gambaran yang cukup jelas, mengenai apakah metodologinya benar, apakah data2nya valid, dan apakah kesimpulannya tidak mengada-ada. Dengan sangat, saya memohon, kalau bisa secepatnya. Sebab kalau ternyata temuan itu benar, kiranya sudah terlalu lama dan mungkin sudah terlampau parah dampak yang kami alami akibat PAH ini. Perlu dilakukan segera langkah2 yang masif karena ratusan ribu orang benar-benar masih hidup dalam radius paparan gas tersebut.

Sekali lagi, sebagai sesama warga bangsa, dan sesama manusia, saya minta tolong. Kalau anda mempunyai keahlian, atau mengenal orang atau lembaga yang mempunyai keahlian di bidang ini, tolong hubungi saya secepatnya. Ma’af kalau mengganggu dan terima kasih atas bantuannya.

Salam penuh keprihatinan dan ketakutan dari Sidoarjo,

Winarko

Silahkan kontak saya di

031-72594855
winarko.winarko@ gmail.com
http://www.facebook .com/profile. php?id=102193038 5

– Info tentang kondisi korban bencana lumpur Lapindo silahkan lihat di http://www.korbanlapindo. net
– Kalau punya akses ke milis yang lain, minta tolong ikut membantu menyebarkan seruan ini.