Posts Tagged ‘human relationship’

untukmu : Anakku

Posted: 5 Juli, 2008 in Red Zone
Tag:

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

aku muak dengan cinta….

tak terhitung banyaknya kawan yang berseri-seri lalu luluh lantak karenanya….sungguh- cinta hanyalah sebuah kamuflase kebahagian

betapa sering kudapati …ML sebagai bukti cinta, menjual diri dan kehormatan karena cinta, dan ragam krisis kemanusiaan lain yang terjadi atas nama cinta.

cinta tak lebih bumbu penyedab dalam varian tayangan dan program TV… ekuivalen dengan kata bondan prakoso, cinta bagaikan viagra dalam sebuah media

cintapun turun derajat menjadi legalitas untuk varietas pelanggaran terhadap aneka norma yang ada…

cinta begitu menggema, senantiasa terdengar namun tak lagi bermakna….

atau….kitakah yang tak pernah memaknai apa arti sebenarnya dari kata cinta???